Sabtu, 23 Juli 2011

Selamat Datang di Jurnal Sastra Kebumen

Selamat Datang di Jurnal Sastra Kebumen.
Upaya yang paling mungkin buat dilakukan, tetapi sayang buat dibiarkan berlalu. Adalah bagaimana -setidaknya- mencatat atau mendokumentasikan karya para penulis, karya para sastrawan dan pekerja berkesenian lainnya; yang ada di "daerah" ini.
Mengimani bahwa di "daerah" ini, pedalaman yang bukan pusat-pusat budaya ini, ada
ghirah, ada greget. Bahkan boleh jadi, sesungguhnya, setiap orang, seutuhnya, merupakan bagian langsung yang mengisi kantung-kantung, mewarnai lumbung-lumbung. Yang pada muara zamannya menjadi pelaku perubahan; peradaban.

Prolog

Pada era 70-an di Kebumen terdapat kebiasaan dimana ratusan orang menulis puisi, dan ribuan lainnya menyimaknya. Tradisi penulisan puisi, dan bahkan juga cerpen atau karya prosa lain telah diretas sejak lebih dari 20-an tahun lalu. Waktu itu, acara sastra puisi ini menjadi salah satu program dengan rating tinggi di sebuah radio pemda; yakni RSPD Indrakila. Karya puisi dibacakan melalui media siar radio bergelombang medium-wave karena masih langka radio FM. Acara ini berlangsung hingga puluhan tahun dan melampaui satu dekade, serta selalu marak dengan tradisi penulisan dan pembacaan karya, terutama puisi.

Mungkinkah semua itu dijadikan tradisi dengan sentuhan terbarukan dalam konteks dan situasi kekinian? Tanya ini terendam dalam perenungan, panjang dan menghanyut.
Tetapi pada kenyataannya, banyak orang selalu menulis; di manapun dan setiap harinya. Popularitas sastra radio di masa lalu menginspirasi keinginan untuk membuka ruang-ruang, mengurai kekusutan dan membentangkan peluang bagi sebuah atau berbagai kemanfaatan.
Semoga menginspirasi anda untuk memulai menulis, dan mengirimnya ke:

Jurnal Sastra Kebumen

email: koranbumen@gmail.com


dan akan dimuat di http://www.jurnalsastrakebumen.blogspot.com


2 komentar:

  1. adalah suatu yang indah manakala
    kembali anak2 negri kebumen
    mengunduh kembali semangat dalam berkarya

    karya2 sastra yang syarat makna
    makna hembusan dari jiwa
    jiwa yang membara, membeku atopun gundah

    semoga wadah ini
    merajut kembali
    semangat yang telah ada....

    BalasHapus
  2. terimakasih, respon pak WarsoBumen. Pada dasarnya banyak penulis dan calon penulis di Kebumen ini. Bagaimana jika panjenengan memulai menulis dan mengirimkannya kepada kami ?
    -Redaksi-

    BalasHapus